Tampilkan postingan dengan label sesuai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sesuai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2014

Pasangan Hidup Yang Sesuai Dalam Agama Buddha


Dalam pandangan Agama Buddha perkawinan hanyalah merupakan salah satu pilihan hidup di antara banyak pilihan hidup lainnya. Seorang penganut agama Buddha dapat hidup menyendiri menjadi seorang bhikku/ni, samanera/ri, anagarini/silacarini ataupun hidup sendiri dirumah tanpa menikah. Perkawinan hanyalah merupakan salah satu cara untuk mencapai kebahagiaan. Apabila seseorang berniat berumah tangga maka hendaknya ia konsekuen dan setia dengan pilihannya, melaksanakan segala tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Orang yang demikian sesungguhnya adalah seperti seorang pertapa tetapi hidup dalam tumah tangga.
Sebelum mencapai tahap perkawinan, ada baiknya kita melewati masa perkenalan (pacaran) yang merupakan masa bagi kita untuk saling menjajaki satu sama lain. Ada beberapa faktor yang sebaiknya kita jadikan pertimbangan dalam mencari pasangan hidup yang baik. Terdapat 4 hal yang diuraikan dalam Anguttara Nikaya II,60. Hal tersebut adalah :

A. Kesamaan keyakinan (samma saddha)
Walaupun sering kali dianggap hal yang kurang diperhatikan. Ada baiknya bagi kita untuk mencari pasangan hidup yang sama keyakinannya (agama). Seringkali kita mendengar banyak muda mudi berkata bahwa cinta dapat mengalahkan segalanya. Tetapi jika mereka mau berpikir lebih jauh, bila nanti mereka mempunyai anak, sangatlah sulit untuk menentukan pembinaan agama bagi keturunannya. Orang tua akan terlibat perdebatan berkepanjangan karena menganggap agamanya yang paling baik ( walaupun mungkin dapat diselesaikan jika salah satu ada yang mengalah). Alangkah lebih baiknya jika kedua orang tua bersama anak-anaknya pergi ke Vihara bersama-sama daripada saling memisahkan diri.

B. Kesamaan kemoralan (samma sila)
Jika sudah sama agamanya yaitu Agama Buddha hendaklah pasangan memiliki kesamaan dalam menjalankan Sila yang baik. Alangkah bahagianya jika pasangan dapat harmonis dalam menjalankan Sila-Sila dalam Agama Buddha terutama Pancasila Buddhis. Hal ini akan menambah keharmonisan pasangan karena masing-masing telah mengerti akan Ajaran Sang Buddha dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

C. Kesamaan kedermawanan (samma caga)
Jika pasangan mempunyai watak kedermawanan yang sama dan sesuai dengan Ajaran Sang Buddha maka mereka akan mengerti bahwa sesungguhnya cinta adalah memberi segalanya demi kebahagiaan orang lain.

D. Kesamaan kebijaksanaan (samma panna)
Bila masing masing pasangan memiliki kebijaksanaan yang sama. Maka segala permasalahan yang timbul dalam pacaran maupun pada saat membina pasangan hidup dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan ajaran Agama Buddha. Pasangan harus sama-sama mengerti bahwa masalah yang timbul semuanya adalah akibat ketidakpuasan dan ketidak-kekalan yang semuanya adalah dukkha. Maka jika pasangan memiliki kesamaan kebijaksanaan maka diharapkan masalah dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. sumber
Read More..

Senin, 18 November 2013

TIPS MENGGUNAKAN JILBAB SESUAI DENGAN BENTUK WAJAH



Setiap orang memiliki bentuk wajah tersendiri, ada yang oval, segitiga, kotak, panjang, dan juga bulat. Karena itu pemilihan jilbab juga perlu memperhatikan bentuk wajah. Agar Anda tidak salah dalam memilih jilbab yang tidak sesuai dengan bentuk wajah, maka ikutilah tips berikut ini :

1) Jilbab untuk wajah OVAL
Bentuk wajah ini adalah bentuk wajah idaman. Karena jenis wajah ini akan cocok atau terlihat bagus saat memakai segala jenis jilbab walaupun tidak memakai bandana atau ciput. Jadi, jika Anda memiliki jenis wajah oval Anda hanya perlu mempadu-padankan warna dengan pakaian Anda.

2) Jilbab untuk wajah SEGITIGA
Dagu panjang adalah ciri utama bentuk wajah segitiga, ditambah dengan jarak pelipis yang lebih lebar dibanding jarak pangkal rahang. Bagi Anda yang mempunyai bentuk wajah seperti ini, hendaknya gunakan kerudung yang ditarik kebelakang dan bertemu di tengkuk. Agar bagian rahang tampak terbuka. Untuk mengisi bagian yang kosong di samping kiri kanan telinga, disarankan menggunakan ciput rajut bervolume di bagian samping dan atas sebelum memakai ciput.

3) Jilbab untuk wajah KOTAK
Ciri bentuk wajah kotak adalah lebar antara pelipis dan pangkal rahang kurang lebih sama, tulang rahang yang terlihat kuat serta dagu yang samar. Ketika ber make up bentuk wajah kotak membutuhkan shading berwarna gelap di padian pelipis, dekat telinga hingga rahang, sehingga tulang rahang terkesan bagus. Dalam berkerudung dapat dilakukan dengan disembunyikan di dalam kerudung, dengan menggunakan bandana yang bervolume di bagian atas. Dengan demikian bentuk wajah akan tampak lebih memanjang.

4) Jilbab untuk bentuk wajah PANJANG
Cirinya adalah dagu panjang dan kening relatif tinggi dengan jarak pelipis yang sama dengan jarak rahang. Untuk mengurangi tinggi kening, disarankan menggunakan ciput bervolume di bagian kanan dan kiri dengan paruh ciput yang diletakkan agak turun, sehingga menutupi sebagian kening. Dengan demikian Anda akan tampil anggun dengan koleksi baju muslim.

5) Jilbab untuk wajah BULAT
Cirinya adalah jarak dahi ke dagu dama dengan jarak kedua pelipis serta rahang yang tertimbun pipi, ketika memakai make up, agar terlihat bagus perlu shading pada sekitar telinga dan rahang. Untuk wajah jenis ini model kerudung yang disarankan adalah yang menutup di dagu dengan sedikit memajukan ke arah pipi, sehingga secara langsung pipi yang berlebih dikurangi


Referensi :
60 Kesalahan Dalam Berjilbab
Idatul Fitri dan Nurul Khasanah RA
Halaman 55-57

Read More..