Tampilkan postingan dengan label demi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demi. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 September 2014
Demi Mendapatkan Uang Asuransi Bapak Dari Taiwan Nekat Memakan Tangan Sendiri

Rencana mendapat untung, malah menjadi buntung. Atau sengaja buntung untuk mendapat untung? Dilihat dari sisi manapun, apa yang dilakukan pria dari Taiwan ini memang tak pantas ditiru...halah, siapa juga yang mau niru

Dikabarkan Anorak, Hu Yi-ling, putri dari Hu Chi-yang, bercerita bahwa ia dan ayahnya tengah melakukan perjalanan ke daerah Putian di Provinsi Fujian, Cina, ketika sebuah kejadian yang mengerikan menimpa mereka berdua. Mereka diserang tiga orang perampok yang kemudian memotong tangan ayahnya demi mencuri sebuah cincin.
Hu kehilangan tangannya yang hingga saat ini belum juga dapat ditemukan, tapi ia selamat, dan untungnya, kebetulan ia baru saja menandapatkan polis asuransi senilai satu juta dollar tak seberapa lama sebelum ia dan putrinya mengalami kejadian mengerikan itu.
Namun petugas hukum tak percaya begitu saja terhadap keterangan dari putri Hu. Kasus inipun dibawa ke pengadilan dimana jaksa menuduh bapak ini telah memakan tangannya sendiri demi mencairkan polis asuransi. Palu diketuk, Hu dibebaskan dengan uang jaminan sebesar 21 ribu dollar. Hu mengatakan kepada tim investigasi: "Saya tidak dapat mengingat apapun yang terjadi saat kejadian itu."
Tapi instansi hukum di Putiau tidak setuju dan mengatakan Hu telah berbohong. Mereka mengatakan potongan tangan korban begitu rapi dan cipratan darahnya mengandung kandungan obat bius. Ditambah lagi, setelah pisau dengan noda darah korban itu ditemukan, Mlud, sang penjual pisau, mengatakan bahwa pisau itu memang dibeli oleh Hu Chi-yang sendiri.
Menanggapi pernyataan ini, Hu mengatakan: "Insiden ini sama sekali bukan dilakukan oleh saya sendiri."
Wah, ingatannya sudah pulih kembali ya Pak?
Sumber: kotakhitamdunia.blogspot.com
Hu kehilangan tangannya yang hingga saat ini belum juga dapat ditemukan, tapi ia selamat, dan untungnya, kebetulan ia baru saja menandapatkan polis asuransi senilai satu juta dollar tak seberapa lama sebelum ia dan putrinya mengalami kejadian mengerikan itu.
Namun petugas hukum tak percaya begitu saja terhadap keterangan dari putri Hu. Kasus inipun dibawa ke pengadilan dimana jaksa menuduh bapak ini telah memakan tangannya sendiri demi mencairkan polis asuransi. Palu diketuk, Hu dibebaskan dengan uang jaminan sebesar 21 ribu dollar. Hu mengatakan kepada tim investigasi: "Saya tidak dapat mengingat apapun yang terjadi saat kejadian itu."
Tapi instansi hukum di Putiau tidak setuju dan mengatakan Hu telah berbohong. Mereka mengatakan potongan tangan korban begitu rapi dan cipratan darahnya mengandung kandungan obat bius. Ditambah lagi, setelah pisau dengan noda darah korban itu ditemukan, Mlud, sang penjual pisau, mengatakan bahwa pisau itu memang dibeli oleh Hu Chi-yang sendiri.
Menanggapi pernyataan ini, Hu mengatakan: "Insiden ini sama sekali bukan dilakukan oleh saya sendiri."
Wah, ingatannya sudah pulih kembali ya Pak?
Sumber: kotakhitamdunia.blogspot.com
Rabu, 27 November 2013
Astaga Demi Beli Cincin Tunangan Pria Jual Ginjalnya
Rela mati demi cinta. Tampaknya itulah yang membuat seorang pria asal Ukraina nekat menjual ginjalnya demi membeli sebuah cincin pertunangan seharga £12.300 ribu atau sekitar Rp170 juta, seperti dikutip dari mirror.co.uk.

Pria itu mungkin berpikir kekasihnya akan bertambah cinta saat dilamar dengan cincin indah yang supermahal. Alih-alih membuat kekasihnya bahagia, ia justru diputus kekasihnya. Sang kekasih marah dengan keputusannya yang membahayakan kesehatan.
Street Journal menyebut bahwa penjualan organ manusia telah menjadi bisnis yang menguntungkan di beberapa negara, sejak resesi ekonomi global.
Di Inggris misalnya, bukan hal mengejutkan lagi jika menemukan iklan penjualan ginjal di internet. Beberapa bahkan menentukan calon pembeli harus siap untuk membayar setidaknya £1.000 atau sekitar Rp13,9 juta untuk biaya perjalanan ke luar negeri, ditambah tiket pesawat dan £1.200 atau sekitar Rp16,6 juta biaya tambahan mengingat banyak ahli bedah yang enggan melakukannya karena alasan hukum dan faktor risiko..
Sejumlah investigasi mengungkapkan bahwa penjualan ginjal pernah menembus angka £25.000 atau sekitar Rp347,5 juta. Sebagian besar pelaku nekat menjual ginjal karena faktor ekonomi. Meski tak dipungkiri faktor ekonomi menjadi motivasi utama, namun mereka juga beralasan ingin berkontribusi menyelamatkan para pasien yang membutuhkan cangkok organ.
Juni lalu, kasus penjualan ginjal juga sempat membuat heboh. Seorang remaja 17 tahun asal China rela menjual ginjalnya seharga £2.000 atau sekitar Rp27,8 juta demi membeli komputer tablet iPad 2. Ia melakukan operasi pengangkatan ginjal di sebuah rumah sakit di kawasan utara kota Chenzhou, Provinsi Hunan.
Perdagangan organ masih jamak di China, meskipun pemerintah setempat berulang kali mencoba membasmi praktik tersebut. Tahun lalu, sebuah stasiun televisi di Jepang mengungkap bahwa sekelompok turis transplantasi berhasil mendapatkan ginjal baru di China seharga £5.000 atau sekitar Rp69,5 juta.[menjelma.com]

Pria itu mungkin berpikir kekasihnya akan bertambah cinta saat dilamar dengan cincin indah yang supermahal. Alih-alih membuat kekasihnya bahagia, ia justru diputus kekasihnya. Sang kekasih marah dengan keputusannya yang membahayakan kesehatan.
Street Journal menyebut bahwa penjualan organ manusia telah menjadi bisnis yang menguntungkan di beberapa negara, sejak resesi ekonomi global.
Di Inggris misalnya, bukan hal mengejutkan lagi jika menemukan iklan penjualan ginjal di internet. Beberapa bahkan menentukan calon pembeli harus siap untuk membayar setidaknya £1.000 atau sekitar Rp13,9 juta untuk biaya perjalanan ke luar negeri, ditambah tiket pesawat dan £1.200 atau sekitar Rp16,6 juta biaya tambahan mengingat banyak ahli bedah yang enggan melakukannya karena alasan hukum dan faktor risiko..
Sejumlah investigasi mengungkapkan bahwa penjualan ginjal pernah menembus angka £25.000 atau sekitar Rp347,5 juta. Sebagian besar pelaku nekat menjual ginjal karena faktor ekonomi. Meski tak dipungkiri faktor ekonomi menjadi motivasi utama, namun mereka juga beralasan ingin berkontribusi menyelamatkan para pasien yang membutuhkan cangkok organ.
Juni lalu, kasus penjualan ginjal juga sempat membuat heboh. Seorang remaja 17 tahun asal China rela menjual ginjalnya seharga £2.000 atau sekitar Rp27,8 juta demi membeli komputer tablet iPad 2. Ia melakukan operasi pengangkatan ginjal di sebuah rumah sakit di kawasan utara kota Chenzhou, Provinsi Hunan.
Perdagangan organ masih jamak di China, meskipun pemerintah setempat berulang kali mencoba membasmi praktik tersebut. Tahun lalu, sebuah stasiun televisi di Jepang mengungkap bahwa sekelompok turis transplantasi berhasil mendapatkan ginjal baru di China seharga £5.000 atau sekitar Rp69,5 juta.[menjelma.com]
Langganan:
Postingan (Atom)